Ninda Anjelia Winanti


Daging kita satu arwah kita satu,
walau masing jauh,
yang tertusuk padamu berdarah padaku!


Astana Giribangun adalah sebuah Mausoleum bagi keluarga Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto. Kompleks makam ini terletak di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 660 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, sekitar 35 km di sebelah timur Kota Surakarta (Solo).
Selalu dekat denganmu dengan segenap cintaku.

Gelombang ketidakpastian yang tertiup angin, pasang ketika purnama teruntuk bulan.
Dan aku, bintang jatuh.

Berusaha meneladani mentari. Ia cinta pada bumi. Tapi Ia mengerti. Mendekat berarti membinasakan sang kekasih hati.

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
Di acara pemakamanmu, aku akan mengenakan baju berwarna putih. Supaya kau mudah menemukanku. Aku tidak berduka.

Sayang, orang bilang cinta tak kenal usia. Maka aku rasa, nanti hingga tua pun perasaan menggebu gebu ini masih selalu kau pemiliknya.

Pada tiap gurat senyum mu, aku berutang kebahagiaan kecil pada dunia.

Aku harap kita tidak berhenti di pertengahan jalan, karena aku akan terus menarik, mengajak kamu berlari, berlari tidak berhenti.

Memaksa membenamkan mentari di arah Selatan

Dari kamu aku belajar. Mencintai gaperlu sulit. Senang ya jalani, berat katakan terimakasih untuk selama ini.

Kota Lama Semarang
Di depan katedral, aku menunggu bersama dzikir yang memohonkan kamu.

Pos Pendakian Gunung Lawu via Candi Ceto
Setiap hal dalam tubuhmu itu sama berharganya dengan apa yang ku punya. Dalam siksaan dan sakit, itu tetap saja berharga

Candi Ceto
Karena untuk mendapatkanmu, jangankan manusia, Tuhan sekalipun akan aku rayu.

Sayang, aku selalu ingin berlabuh pada pulau hatimu. Bersemayam dalam waktu yang tak dapat dihingga karena selalu ingin berada di sana.

Kamu adalah semogaku paling panjang

Kemampuanku hanyalah sebatas mencintai lebih dan kurangmu.

Kota Lama Semarang
Aku tidak mencari perempuan yang mau diajak hidup susah, karena tak pernah terlintas dalam pikiran untuk menjadikan perempuan yang kucintai hidup dalam kesusahan.

Kota Lama Semarang
Aku bersumpah, tak ada tempat teraman di dunia ini, kecuali denganku

Sayang, aku merindukanmu dengan genap.
Berlipat-lipat ganda dalam hitungan matematika yang tak mampu aku selesaikan.

Candi Ceto
Aku mencintaimu, dan aku akan mencintaimu sampai mati. Jika ada kehidupan setelah itu, aku akan mencintaimu lagi Ninda Anjelia Winanti.

Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Berusaha untuk akhirnya bisa menemui orangtuamu, itu urusanku. Mau menungguku atau tidak, itu urusanmu.

Semakin dewasa, kita kemudian menyadari bahwa mencintai tak sekedar perkara tentang memiliki.

Jika saja mengecup keningmu mampu membuatku mengerti jalan berpikirmu, mungkin aku tak akan se-tersesat ini dalam menghadapimu.

Candi Ceto
Terima kasih telah bersedia dicintai aku yang menyebalkan ini.

Kota Lama Semarang
Kau tak pernah sadar, seberapa sering ku mendoakanmu diam-diam, agar hidupmu selalu dimudahkan.

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
Aku jatuh cinta pada bening matamu. Tempat kutemukan miniatur taman surga

Seseorang yang mampu bangkit setelah jatuh adalah orang yang lebih kuat daripada seseorang yang tidak pernah jatuh sama sekali

Disaat orang lain meragukan kemampuan kita, disitulah kekuatan kita mestinya semakin tumbuh

Tidak sedikit orang yang galau, karena keinginan besarnya duduk di atas keberaniannya yang kecil

Adalah Dia penciptamu!

Takut jatuh cinta. Jika cinta itu pilihan, tapi jatuh itu bukan.

Kota Lama Semarang
Bagian terbaik dari mencintaimu adalah, aku tau aku mencintai orang yang baik, dan tidak salah mencintai orang.

Asing tatapnya mengajak ku menyelam

Pos Pendakian Gunung Lawu via Candi Ceto
Aku selalu berharap tuk jadi seonggok daging yang bernyawa, yang didalamnya mampu memberi arti, menghidupi setiap doa yang kau perbincangkan kepada Tuhan, perihal aku.

Pergilah kemana kamu suka. Asal tidak lupa kembali. Karena aku adalah ujung jalanmu

Entah. Mengapa rasa kagum ku tak hilang sedikit pun. Entah. Mengapa aku takut untuk bertemu. Entah. Mengapa aku selalu menulis untuk mu. Entah lah.

Kabupaten Karanganyar
Saya berjanji, siapapun yang menyakitimu akan saya buat merintih, bukan hanya menangis.

Sayang, puisi pujangga terkenal sekalipun tak dapat mengganti apa yang aku rasa terhadapmu menjadi bait kata-kata. Rasanya terlalu rumit untuk sekedar ditulis seseorang.

Kota Lama Semarang
Entah berapa banyak doa yang telah kupanjatkan kepada Tuhan dengan menyertakan namamu, memperkenalkanmu sebagai bagian yang sama sekali tak ingin kulepaskan dalam hidupku.

Pos Pendakian Gunung Lawu via Candi Ceto
Kau tahu? Kau hadir dihatiku dan menghapus semua nama. Di dinding hatiku, aku memahat namamu, supaya menghapusmu berarti menyakiti diri sendiri.

Aku mencintaimu bukan karena siapa kamu, tetapi siapakah aku saat aku bersamamu

Saat itu aku sadar bahwa tidak ada hal yang lebih indah dari pada melihatmu tersenyum manis didepanku.

Bukan kemewahan yang akan membuatmu bahagia. Tapi kesederhanaan yang akan membuatmu tampak istimewa.

Mungkin memang dongeng mu telah hancur, tapi dongeng mu belum berakhir.

Tapi.. Buat apa jadi mentari jika tak bisa menggapai bumi?

Apapun.. Jika memang bisa membawamu kedunia ini. Tempat aku mengatakan selalu menjagamu dan kamu bisa dengar.

Ik Hou Van Je, Ik Ben Mis Je
Ik Hou Van Je, Ik Ben Mis Je

Taman Makam Pahlawan Nasional Kusuma Negara, Yogyakarta.
Ziarah ke Makam Panglima Besar Jenderal Sudirman
Mengikat sukma sehidup sejiwa.
Saling bersumpah hidup berdua, mati bersama.

Pondok Kopi Umbul Sidomukti, Jimbaran, Kec. Bandungan, Semarang, Jawa Tengah
Aku akan selalu membahagiakan bahagiamu, dalam sedihmu merupakan tugasku untuk membalikkan menjadi sebuah senyum.

Kota Lama Semarang
Menerimamu aku tidak setengah-setengah. Sepenuh hatiku ada untuk seluruhmu, bagaimanapun kamu.

Lapangan Pancasila Salatiga (Alun Alun Pancasila Salatiga)
Aku menemukan wajah di antara kerumunan tanya. Pada wajah itu kutemukan sepasang mata jurang yang kepadanya aku rela jatuh. Memang banyak yang lebih darimu tapi tiada yang secukup kamu dihatiku.

Candi Ceto
Mencintaimu adalah menjagamu.

Kota Lama Semarang
Kau tahu hal apa yang paling aku benci? Yaitu Lelaki yang membawa pisau lalu mengancam perempuan.

Pondok Kopi Umbul Sidomukti, Jimbaran, Kec. Bandungan, Semarang, Jawa Tengah
Sesekali aku melirik padamu, hanya ingin melihat wajahmu yang tengah serius.

Candi Ceto
Aku hanya ingin hidup seperti awan. Bebas, dan tenang. Ketika aku tua nanti, aku mempunyai seorang istri dan mempunyai 2 anak, satu laki-laki dan satu perempuan, lalu aku meninggal duluan, dan begitulah kehidupanku berlangsung. Sayangnya semua tidak semudah itu, merepotkan sekali!

Jika kamu ga keberatan aku hanya mencintai kamu sekarang, tapi jangan pernah percaya itu untuk selamanya. Karena mungkin saja 20 tahun kedepan aku akan mencintai wanita lain. Wanita yang akan memanggilmu “mama”.

Lapangan Pancasila Salatiga (Alun Alun Pancasila Salatiga)
Masih banyak yang harus kucari.
Untuk bahagiakan hidupmu nanti.
Ninda Anjelia Winanti.

Kabupaten Karanganyar
Demi kamu sudah terlalu banyak hati yang aku abaikan.
Demi kamu aku pernah berada pada fase dimana kehilangan semua akalku.

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
Lelaki itu dilahirkan “seharusnya” tidak untuk menyakiti perasaan perempuan.

Toko Buku Belakang Stadion Diponegoro Semarang
Aku senang kau apa adanya, aku senang kau percayaiku penuh, kau menceritakan sedih dan bahagiamu, hari-harimu, mimpi-mimpimu.

Soto Bu Jhon Ambarawa
Entah mengapa, meskipun aku marah sekali, sampai rasanya ingin meledak.
Tapi tiap kali kau mengajakku baikan dengan kata-katamu, aku selalu kalah.
Curang sekali.

Wisata Kuliner Bandungan
Yang paling menyebalkan dari mencintaimu adalah, saat aku sedang marah seperti ini dan menghapus kontakmu dari HP, angka-angkanya tertawa mengejek di kepalaku tanpa bisa ikut kuhapus juga.


Kau kucintai sehebat aku bisa.


Share this :
Kader Muda Partai Gerindra

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dilindungi UU Hak Cipta