MAYORITAS DARI ORANG-ORANG RAJIN BERIBADAH YANG SAYA KENAL

ORANG-ORANG YANG RAJIN BERIBADAH YANG SAYA KENAL RATA-RATA MEMPUNYAI KETAKUTAN-KETAKUTAN TERHADAP SESUATU. INI JELAS LUCUUU SEKALI. LHA WONG BANYAK IBADAHNYA KOK MASIH DITAKUTKAN DENGAN HAL-HAL YANG SIFATNYA REMEH TEMEH.
BERIKUT INI SAYA SEBUTKAN SATU PERSATU KETAKUTAN-KETAKUTAN MEREKA DIURUT DARI YANG PALING MEREKA TAKUTKAN :
1. TAKUT JATUH MISKIN INGIN TAMBAH KAYA
2. TAKUT MASUK NERAKA DAN KEPINGIN MASUK SURGA
YANG MENGGELITIK PIKIRAN SAYA ADALAH SEANDAINYA MAYORITAS ORANG-ORANG YANG SAYA KENAL INI TIBA-TIBA PUNYA UANG MILYARAN/ TRILYUNAN DAN TINGGAL DI DAERAH-DAERAH ELIT DENGAN RUMAH DI BERBAGAI KOTA DI SAENTERO DUNIA, BUKANKAH BUNGA DI BANK NGGAK AKAN PERNAH HABIS-HABIS UNTUK DIBELANJAKAN. EKONOMI KEMUDIAN JUGA TIDAK PERNAH MENJADI MASALAH LAGI UNTUK GENERASI- GENERASI SELANJUTNYA.
SAYA TERTEGUN SEJENAK, MASIHKAH ORANG-ORANG YANG KEBANYAKAN SAYA KENAL SUKA BERIBADAH INI UNTUK TETAP KONSISITEN PADA IBADAHNYA YANG MEREKA LAKUKAN SELAMA INI?. DI SAAT MEREKA TIDAK MUNGKIN MISKIN DAN KESIBUKAN SEHARI-HARI MEREKA ADALAH MENGURUS PENGELUARAN FINANSIAL UNTUK DIPERGUNAKAN SEBAIK- BAIKNYA .
LALU BAGAIMANA JIKA SEANDAINYA SURGA DAN NERAKA TIDAK ADA? APA MAYORITAS DARI MEREKA JUGA AKAN TETAP RAJIN BERIBADAH?. ORANG-ORANG YANG BISA MENGAPRESIASI ALLAH SEBAGAI TUHAN DAN KREATOR DARI ALAM SEMESTA INILAH YANG SANGGUP RAJIN BERIBADAH TANPA PERNAH MEMIKIRKAN MATERI TERMASUK SURGA DAN NERAKA, ORANG-ORANG YANG DI DALAM OTAKNYA SELALU MEMIKIRKAN KEJADIAN-KEJADIAN ALAM DI DALAM KONTROL ALLAH SEBAGAI TUHAN DAN KEMUDIAN MEMETIK MAKNANYA UNTUK KEMASLAHATAN DI BUMI. ORANG-ORANG INILAH YANG DISEBUT OLEH HABIB SAYA ADALAH ORANG YANG SELALU SENANTIASA BERZIKIR.
MAKA DARI ITU NABI MUHAMMAD PERNAH BERSABDA “SESUNGGUHNYA YANG TERBAIK DI ANTARA KAMU ADALAH KAMU-KAMU YANG BERAKAL“
Apa nggak sebaiknya kita ber ibadah kepada ALLAH karena ALLAH semata? atau kita ber ibadah karena memang kita “SENANG” melakukan nya, tanpa embel embel takut MISKIN dan takut MASUK NERAKA.

Share this :

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dilindungi UU Hak Cipta