Janjiku takkan kulanggar 

Sebetulnya aku tidak ingin bercerita banyak tentang masa laluku. Maklum, masa laluku sangat kelam. Namun, setelah kupikir, siapa tahu perjalanan hidupku ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain.

Dulu Aku seorang pemabuk yang larut dalam dunia hayal saja. Sampai akhirnya aku mengenal yang namanya INEX. Mungkin tak sedikit yang akrab dengan sebutan barang itu, Butiran pil yang membuat jutaan otak penjuru dunia mengenali keampuhannya bila reaksi mulai mencemari tubuh semua pecandu walau hanya pada alam bawah sadar.Tentu saja keluargaku bahkan mungkin teman2 terdekatku tak ada yang tahu, karena sengaja kusembunyikan. Mungkin mereka baru tahu sekarang, setelah membaca ini.
Namun, aku malah jadi lupa diri. Ketenaran tidak penting buatku. Yang penting menikmati hidup. Dunia malam terus kugeluti. Dulu Kalau ke rumah teman, aku tak lupa mengonsumsi obat. Bahkan, untuk urusan yang satu ini, aku bisa dibilang tamak. Akhirnya, aku jadi sangat mabuk. Pandanganku pun jadi kabur. Mau melihat HP di tangan saja, aku harus mendekatkannya ke wajahku, sambil menggoyang-goyangkan kepala dan membelalakkan mata supaya bisa melihat dengan lebih jelas. Kesombonganku juga lebih besar dari sebelumnya karena merasa punya uang banyak. Tak seorang pun kudengarkan lagi nasihatnya. Ketika temanku menasihati, aku mencibir. Siapa dia sampai aku harus mendengarkan ucapannya? Ucapan orang tua saja tak kugubris. Aku tenggelam dalam duniaku sendiri dan jadi pecandu Obat. Aku makin jauh dari Tuhan. Padahal, di kampungku ada masjid. Ketika orang berpuasa di bulan Ramadan pun, aku tetap melakukan kemaksiatan. Lalu, saat Lebaran tiba dan orang-orang sibuk bertakbir, aku malah sibuk mencari celah waktu dan tempat di mana aku bisa berbuat maksiat. Semua ilmu agama yang pernah kupelajari dan kemampuan membaca Al-Qur’an seperti hilang. Akal sehatku seperti hilang. Kecanduanku pada obat juga makin parah.
Tak perlu aku menceritakan detail tentang kejahatan yang kulakukan. Yang jelas, suatu hari aku merasa menderita karena ketakutan setelah melakukan sebuah perbuatan. Aku benar-benar ketakutan! Aku jadi gampang curiga pada siapa saja. Aku selalu berburuk sangka pada apa pun. Kesombonganku pada uang lenyap digantikan ketakutan. Yang kulakukan setiap hari adalah berdiam diri di kamar, dengan selalu berpikiran bahwa setiap orang yang datang akan membunuhku. Aku sibuk mengintip dari bawah pintu, siapa tahu ada orang datang untuk membunuhku. Telingaku jadi sangat sensitif. Aku sering merasa mendengar ada orang sedang berjalan di atap rumah ingin membunuhku. Aku tersiksa selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Orang-orang mengatakan, aku sudah gila.Sungguh, aku merasa sangat ketakutan ketika suatu hari bermimpi melihat jasadku sendiri dalam kain kafan. Antara sadar dan tidak, aku terpana sambil bertanya pada diri sendiri. Benarkah itu jasadku? Aku juga disiksa habis-habisan. Begitulah, setiap tidur aku selalu bermimpi kejadian yang menyeramkan. Dalam tidur, yang kudapat hanya penderitaan. Aku jadi takut tidur. Aku takut mimpi-mimpi itu datang lagi. Aku juga jadi takut mati. Padahal dulu aku sempat menantang maut,Meminta mati datang karena aku tak sanggup lagi bertahan saat ada masalah.Sebetulnya sepele, kan? Tapi masalah itu kuberat-beratkan sendiri. Rasa takut mati itulah yang akhirnya membuatku sadar bahwa ada yang tidak meninggalkanku dalam keadaan seperti ini, yaitu Allah. Aku teringat kembali pada-Nya dan menyesali semua perbuatanku selama ini. Pelan-pelan, keadaanku membaik. Kesadaran-kesadaran itu datang kembali. Pelan-pelan, aku kembali dekat pada agama.
Aku yang dulu angkuh, sekarang tak berdaya.
aku sekarang benci sekali dengan minuman keras, rasanya aku ingin membombardir pabrik pembuatan minuman keras dan menghancurkan usaha mereka dalam menjual minuman haram tersebut. Sampai sekarang, aku masih terus berproses berusaha menjadi orang yang lebih baik. Setelah aku berhenti, sepi menghantui dan kadang frustasi menggoda untuk kembali kemasa dimana narkoba merajai diri..
Tapi aku selalu teringat akan janji ku pada tuhan dan pada diriku sendiri.
belajar dari kisah seorang kesatria jepang yang setia pada janji sucinya
dan aku akan setia terhadap janji suci ku itu. dari hati, niat ku bulat untuk tidak melanggar janji itu dan lebih baik mati jika melanggar nya.
akan ku jalani hari ku penuh semangat dan wujudkan impian yang dulu sempat terhenti. JANJIKU TAKKAN KULANGGAR !!!!!!!!! 


Pesanku, Cintailah Tuhan dan orangtuamu, serta pilihlah teman yang baik.

“Ketika meninggalkan hal yang kamu anggap buruk, hal yang dianggap banyak orang buruk, terus kamu berpindah ke hal yang kamu anggap baik, hal yang dianggap banyak orang baik, Tuhan tidak serta-merta memberi jalan yang mudah. Tuhan akan menguji kesungguhan kamu. Ada dalam suatu ketika, jadi orang baik itu susah.” 

Share this :

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dilindungi UU Hak Cipta