PEREMPUAN TANPA JUDUL

Masih lelap di telan mimpi yang biru

Salam hangat
 sapa perempuan agak muda
 di beranda lokalisasi tua

Jemarinya lentik nakal menggoda
memanggil dalam dengus birahi
demi secuil mimpi anaknya yang menanti

Di sini, semua masih menjadi jam
berlalu lalang
dalam desah dan aroma yang gerah
berkelakar sambil bercumbu harga
lalu menuju kamar
menjalankan peran dalam kisah sandiwara murahan
tenggelam di ujung belaian maya
semua fatamorgana menjadi tamu
ganti berganti terus di nikmati
sampai semua kembali sepi
sampai semua terlingkup mimpi

PEREMPUAN TANPA JUDUL
Dalam desah dan aroma yang gerah berkelakar sambil bercumbu harga

Kota terus bergerak
di antara temaram lampu jalan
pepohonan merah
terus mengatur pandang matamu
di sisa jalan menuju teras rumahmu

Perempuan tanpa judul, kemudian kau berkemas
mengetuk pintu beranda
menyelipkan doa doa
untuk para anakmu yang setia menunggu
dan si bungsu
masih lelap di telan mimpi yang biru
dan kau
berharap pada suatu waktu dia tumbuh
menjadi seorang ibu bukan seperti aku, Perempuan tanpa judul.


Share this :

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dilindungi UU Hak Cipta