Tulisan-tulisanku

Ada sebuah kalimat, aku lupa pernah membacanya di mana, mungkin di salah satu buku yang biasa dibaca oleh ibu. Kalimat itu berbunyi begini: Rumah, Ia bukan hanya bangunan. Ia mata, jiwa, dan telinga., yang tersembunyi di antara dinding-dinding beton. Rumah. Satu kata yang maknanya sama sekali tak sederhana. Bukan sekadar […]
Salam hangat sapa perempuan agak muda di beranda lokalisasi tua Jemarinya lentik nakal menggodamemanggil dalam dengus birahidemi secuil mimpi anaknya yang menanti Di sini, semua masih menjadi jamberlalu lalangdalam desah dan aroma yang gerahberkelakar sambil bercumbu hargalalu menuju kamarmenjalankan peran dalam kisah sandiwara murahantenggelam di ujung belaian mayasemua fatamorgana menjadi tamuganti berganti […]
Desemberdi kotakumasih sepi tak ada siapa siapa Jendela dan pintumasih rapat tertutup bisutak ada jejak sepatumujuga hembus nafasmu Angin masih perkasamenampar wajahkudalam beranda sunyidan aku terus susuri jalanhingga dini hari menjelanguntuk mencari separuh jejak sepatumuagar kau dapat singgah dan mengisi sepi ini Mungkin, malam iniaku harus kembalidi bunuh mimpi yang […]
PEREMPUAN SORE di atas bukit kapur ada bulan sepotong menyerupa wajahmu yang melompong Semerbak bunga adalah harummunamun, di taman hatimutak ada aroma yang menanda Di atas bukit kapurada bintang sepotongmenyerupa manjamu yang bengongdan angin berkibarmenerpa rambutmu yang menjalarmenyusup hingga menyapa hembus nafasmuyang masih setia Mengutarakan kesepiandi ujung ujung embun yang melantun turunhingga […]
Memang aku seorang pelacur, tuan kolonel. Tapi aku masih berhak mempunyai kehormatan. Karena, aku tidak pernah menjual warisan nenek moyang pada orang asing. Apa kau sudah lupa? Lepas dari pelukan ini, seperti malam beberapa bulan yang lalu. Setelah kau disuguhi senyuman khas miliknya, selanjutnya kau akan langsung digiringnya ikut berjejal […]
