Hidupku sudah 125 ribu kali

Aku ditugaskan jadi manusia di bumi yang kecil.
Di bumi, saya disuruh Tuhan, makan, minum, minta uang ke ibu.
Itu membosankan buat saya. Apalagi wanita, capek saya.

Reinkarnasi
Sekali lagi, aku masih harus mati lagi.

Saya bukan raja. Indonesia terlalu kecil buat saya.

Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,
bukan Majusi, bukan Islam.
Bukan dari Timur, maupun Barat.

Saya pengen cepat pulang ke sorga.
Tapi Tuhan melarang saya.
Saya masih dapat tugas menjadi siswa SMA, untuk menemani anjingku agar selalu semangat.
Masih ada tugas PR!
Tuhan, maafkan aku
tapi aku tidak suka sekolah
jika selalu seperti ini..

Meskipun membosankan di sekolah, Terus terang, Tuhan, saya masih ingin di sini menemani ibu

Ini terakhir kaliku di bumi.

Aku pernah mati sebagai mineral dan menjelma sebagai tumbuhan,
lalu mati sebagai tumbuhan dan lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.

Sekali lagi,
aku masih harus mati sebagai manusia,
dan lahir di alam para malaikat.
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,
aku masih harus mati lagi.

Setelah kelahiranku sebagai malaikat,
aku masih akan menjelma lagi
dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap,
memasuki kekosongan, kasunyataan
Karena hanya dalam kasunyataan itu
terdengar nyanyian mulia.

Karena hanya dalam kasunyataan terdengar nyanyian mulia.

Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.

Saya berfikir alangkah kerennya Tuhan itu.
Saya ingin kamu tahu saya menelusuri setiap pelangi,
barangkali ada warna yang disukai oleh ibu.

Saya bingung, bagus semua dan ibu mau semua.


Share this :

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dilindungi UU Hak Cipta