Terbesit olehmu

Ketika dia membuat dirimu tenang, kau mengerti untuk apa bersamanya

Ayahmu memintaku menjagamu.

ketika menembus malam bersamamu, di kota sunyi itu, kau sedang mengubah hal-hal keras dalam hidupku ketika aku merengkuhmu.
Mari kita ingat, ketika kucium dua matamu, aku sedang terlibat dengan urusan yang sangat penting, kemudian aku tahu aku senang. hahaha..

Sekarang apa yang kudapat, tiba-tiba aku ingin jadi Tuhan, yang maha menentukan untuk membuatmu selalu bahagia

Kau adalah pelajaran tentang keindahan yang aku dapatkan malam itu,

Senang bertemu denganmu, untuk satu perasaan yang halus, yang bebas, yang mengalir semenjak itu, yang deras bersama darahku. Menegaskan kembali kemerdekaanku sebagai manusia.
Cinta, mungkin irasional. Kegembiraan irasional. Tapi kamu adalah kamu, populer di kepalaku.

Malam ketika aku bersamamu, aku hanya punya keyakinan, bahwa memang, aku mencintaimu, dan itu serius.
Itu adalah pernyataan yang sangat jelas. Aku tidak terbiasa dengan semua omong kosong.

Untuk membuat situasi yang menyedihkan menjadi mudah dihadapi, Tetaplah denganku, bersama karakter diriku dan kebiasaanku yang mendasar.

Akan tiba waktunya engkau tak lagi kusukai, tetapi itu tak mungkin.

Share this :

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dilindungi UU Hak Cipta