Dipeluk bimbang sikapmu

Berjuang pulang dari kekalahan akan menawarkan bakat untuk hidup sendiri dan sendirian. Jika kau tersesat sekali lagi, pendamlah!

Dipeluk bimbang sikapmu
Berdoalah, desak Tuhan sesukamu. Jika doa itu tersulam dari bahan yang tulus, jangankan sepotong hati manusia, konon surga bisa ditukar

Ketika rumah tidak lagi nyaman untuk melegakan dada yang sesak, dan tak lagi menjadi tempat kembali untuk diri yang mulai merasa asing, lalu kemana dia harus pulang?
Jadi simpan saja sendiri suka dukanya, biar saja menjadi egois. Karena aku enggan berkabar lagi & Jangan bertanya kabar, karena jawabannya adalah rahasia.

Dipeluk Bimbang Sikapmu.

Tahukah kamu, ada perjuangan yang seharusnya dihentikan, ada saat-saat harus menyerah dan tidak melanjutkan.
Kamu telah cukup dewasa untuk memahami bagaimana cara bersyukur atas apa yang telah kau miliki, bukan?
Manusia memang tidak pernah puas tapi bukankah kamu seharusnya cukup beretika dalam memperjuangkan sesuatu. Kamu pasti sangat paham, atau sangat tidak?

Kapal tetap berlayar, terombang-ambing tapi tak ada tanda akan tenggelam
Tidak apa-apa, aku akan terbiasa. Teruskan saja, hingga aku tidak merasakan apa-apa.

Membuka hati adalah sebuah kesalahan yang tak kan ku ulang.
Terlalu banyak pilihan bisa memusingkan, tapi keterbatasan pilihan adalah penjara.

Banyak yang tak terkatakan. Tak terceritakan. Tetap saja, terasakan. Dipeluk bimbang sikapmu.

Berdoalah, desak Tuhan sesukamu. Jika doa itu tersulam dari bahan yang tulus, jangankan sepotong hati manusia, konon surga bisa ditukar

Tak perlu panik. Di pikiranku. Kau selalu dijaga doa dan rindu baik-baik.

Share this :

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dilindungi UU Hak Cipta